
Ya, Ayah Bunda tidak salah baca. Berhenti memarahi dan melarang keras anak SMP Anda saat ketahuan mulai senyum-senyum sendiri membalas chat lawan jenis!
Mengapa? Fakta psikologis membuktikan bahwa semakin dilarang dengan keras, remaja yang sedang dalam puncak masa pubertas justru akan semakin tertantang untuk sembunyi-sembunyi. Ketertarikan pada lawan jenis di usia ini adalah fitrah hormon yang tidak bisa dibendung dengan sekadar omelan. Jika terus ditekan tanpa arahan, pergaulan remaja SMP bisa meledak menjadi pemberontakan yang berujung pada pergaulan bebas dan menghancurkan masa depan mereka sendiri.
Lalu, apa yang harus dilakukan jika kita tidak boleh sekadar melarang?
Kuncinya bukan pada pengekangan, melainkan pada pengalihan energi di lingkungan yang tepat. Di sinilah Ayah Bunda membutuhkan intervensi dari pihak ketiga yang ahli, yaitu sekolah.
Banyak orang tua di Bandung Timur yang awalnya stres menghadapi kelakuan anaknya yang mulai “baperan”, akhirnya bisa bernapas lega setelah memindahkan anak mereka ke SMP Al-Amanah Cileunyi. Di lingkungan Islami ini, fitrah ketertarikan remaja tidak dimusuhi, melainkan dipagari dengan adab dan kesibukan yang sangat positif.
Guru-guru di SMP Al-Amanah memposisikan diri sebagai sahabat diskusi yang masuk akal bagi remaja. Anak-anak diajarkan batasan pergaulan dalam Islam tanpa merasa sedang dihakimi. Hebatnya lagi, sisa energi masa puber mereka dikuras habis-habisan untuk ekstrakurikuler yang menantang, rutinitas tahfidz, dan organisasi sekolah. Hasilnya? Pikiran mereka kembali bersih, fokus pada prestasi, dan melupakan urusan cinta-cintaan yang belum waktunya.
Informasi Pendaftaran
SMP Al-Amanah membatasi jumlah murid per kelas supaya guru dapat mendampingi pergaulan setiap murid secara pribadi.
Ayah Bunda yang ingin mengenal SMP Al-Amanah lebih dekat dapat membaca alur pendaftaran di halaman SPMB, berkunjung ke Jl. Raya Cinunuk No. 186, Cileunyi, atau bertanya kepada panitia melalui WhatsApp.
