Inilah Alasan Mengapa Anak Harus Belajar Berpakaian Sejak Usia Dini

Sharing is caring!

Oleh : Said Rahman

Dalam sebuah sesi wawancara calon orang tua murid di tahun ajaran 2016/2017 ini, ada sebuah pertanyaan yang wajib dijawab oleh orang tua. Pertanyaan tersebut terkait dengan kemampuan anak dalam berpakaian. Sekolah ingin mengetahui selain tahapan kemandirian anak dalam berpakaian, juga sejauh mana awareness orang tua terhadap perkembangan anaknya ini. Hasilnya? Ada beberapa orang tua yang masih meraba, apa yang bisa dilakukan anaknya dalam berpakaian. Apalagi saat ditanya, pada usia berapa anak mulai dapat melepas celana sendiri. Hampir sebagian besar lupa.

Kemampuan berpakaian sering diabaikan oleh orang tua. Dengan alasan praktis dan tidak ribet, orang tua masih memakaikan pakaian kepada anak. Bahkan ketika anak sudah berusia 10 tahun. Dalam pembagian rapor akhir tahun 2015 lalu, salah seorang walimurid kelas 5 curhat kepada saya. Bagaimana dia bisa mengirim anaknya ke pesantren kalau memakai baju saja masih bisa dibantu. Lha, seharusnya bapak tanya diri sendiri. Apa yang sudah bapak lakukan pada anak selama ini? balik saya.

sumber : talkingmatters.com.au

sumber : talkingmatters.com.au

Dalam milestone tahap perkembangan anak, pada usia 4 hingga 5 tahun seharusnya anak sudah dapat memakai baju dan celananya sendiri meskipun terkadang masih membutuhkan bantuan dalam mengancingkan baju atau menarik resleting. Untuk sampai pada tahanp ini, sebelumnya di usia 2 hingga 3 tahun anak harus sudah dapat melepas sendiri kaos kaki, celana dalam, atau jaketnya. Dan pada usia 6 hingga 7 tahun anak-anak sudah tidak bermasalah dalam mengikat serta melepas tali sepatu.

Mengapa Anak-anak Harus Belajar Berpakaian ?

Dengan pengalaman beberapa orang tua di sekolah yang bercerita tentang kemandirian anaknya dalam berpakaian, kita sudah dapat menebak salah satu manfaat dari kemandirian ini adalah kemudahan bagi orang tua. Bayangkan, jika suasana pagi yang seharusnya menyenangkan malah diisi dengan suasana negatif saat anak belum mampu berpakaian, sedangkan orang tua juga disibukkan dengan persiapan lainnya (seperti siap berangkat kerja, atau menyiapkan sarapan). Karena anak lama memakai kaos kaki dan sepatu akhirnya mama marah-marah. Belum lagi terlambat datang ke sekolah dan datang dengan perasaan kurang bahagia. Dampaknya adalah kesiapan anak belajar di kelas pun menjadi terganggu.

Belajar berpakaian bagi anak usia dini bukan hanya sekedar melepas atau memakai pakaian tersebut. Ada banyak skills yang bisa dibangun. Kemampuan-kemampuan tersebut dibangun melalui kegiatan berpakaian dan akan berguna bagi perkembangan anak di usia berikutnya. Apa saja skills yang terbangun dalam proses berpakaian?

1. Fine motor Skill (Kemampuan Motorik Halus).
Kemampuan ini dibangun melalui proses mengancingkan baju, melepas kancing, atau menarik resleting. Perkembangan motorik halus yang baik, berguna bagi anak dalam menulis dan memegang alat tulis di usia sekolah dasar.

sumber gambar : friendshipcircle.org

sumber gambar : friendshipcircle.org

2. Gross motor Skill (Kemampuan Motorik Kasar).
Ketika anak memakaikan satu lubang celana sedangkan dia harus berdiri dengan tumpuan kaki yang lain, anak sedang berlatih keseimbangan. Kegiatan ini juga membutuhkan koordinasi otot kaki dan tangan yang baik.

3. Cognitive Skills (Kemampuan Kognitif).
Melalui kegiatan berpakaian, anak belajar tentang urutan. Anak mengetahui urutan pakaian mana yang dikenakan lebih dulu dan mana yang dikenakan kemudian. Anak juga belajar tentang waktu dan suhu ketika memilih pakaian mana yang cocok dipakai saat hari cerah, musim panas, hujan, ataupun musim dingin. Kesadaran tentang waktu ini juga membangun kemampuan making connection dan hubungan sebab-akibat yang dibutuhkan anak di usia Sekolah Dasar.

4. Language Skill (Kemampuan Berbahasa).
Saat-saat berpakaian adalah saat yang tepat bagi orang tua untuk mengembangkan bahasa anak. Anak menjadi tahu nama-nama pakaian, macam-macam warna, membaca gambar atau bahkan tulisan, serta membaca bentuk dan ukuran. Kemampuan membaca seperti ini dibutuhkan lebih dahulu ketimbang membaca rangkaian huruf yang kerap diajarkan di Taman Kanak-kanak atau Kursus Calistung.

5. Industry and Self Esteem (Industri dan Penghargaan Diri).
Berpakaian adalah sebuah proses. Ada waktu yang dibutuhkan agar proses tersebut berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Melalui kegiatan berpakaian, anak belajar tentang kesabaran dan fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Inilah 5 Skills yang dapat terbangun dalam kegiatan berpakaian. Kemampuan berpakaian sejak dini juga akan membangun kepercayaan diri anak, kemandiriannya, dan kesadaran terhadap kemampuan dirinya. Jadi para orang tua, jangan terlalu sering memudahkan anak dengan alasan dirinya (alasan orang tua). Bangun kemandirian anak sejak dini agar tidak merepotkan di usia besarnya.

 

Penulis : @bangsaid
Adalah guru di Sekolah Al-Amanah Tangerang. Pemilik Blog Bangsaid.com senang berbagi tulisan tentang pendidikan anak usia dini. Untuk berkomunikasi langsung tentang perkembangan anak, dapat menghubungi akun facebook beliau disini.

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *